“Jati diri bangsa kita di dalamnya tedapat nilai-nilai dasar berupa adat istiadat dan nilai –nilai kerarifan local ini di jadikan sebagai dasar dan sebagai acuan bagi kita sebagai bangsa Indonesia di dalam mengembangkan sains dan teknologi”
INDONESIA. mendengar kata tersebut, (seharusnya) mengingatkan kita pada ribuan pulau yang berkumpul dalam satu wilayah diantara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik dengan campuran berbagai macam etnis dan suku bersatu demi masa depan yang sejahtera. Namun harapan tersebut berbeda dengan kenyataan yang terjadi selama ini. Akhir-akhir ini para pemimpin bangsa kita "memungut" uang rakyat, tindakan tidak terpuji terjadi dimana-mana, serta tindak kejahatan yang lainnya.
Di era globalisasi sekarang, banyak sekali problema-problema yang menodai citra negeri ini, sehingga perlahan-lahan jatidiri negeri kita meluntur. Hal ini dikarenakan berbagai faktor, seperti semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, masuknya budaya barat, menjamurnya pejabat-pejabat yang korup, dan sebagainya.
Berbagai media dalam bentuk visual kebanyakan memliki sisi negatif yang seharusnya dikonfigurasi-kan menurut kegunaanya terhadap khalayak yang pantas, sehingga tidak menimbulkan perilaku & sikap yang tidak patut dicontoh. Contoh nyata, dunia pertelevisian negeri ini sedang dilanda maraknya sinetron bertema-kan percintaan, bahkan beberapa ada yang menjadikan bocah ingusan yang masih SD & SMP sebagai pelaku utama yang menceritakan kisah cinta mereka yang penuh dengan sarat kegengsian. Dampak dari hal tersebut pun telah tersebar jelas & secara luas. Lihat saja, sekarang tidak sedikit bocah yang sudah memiliki perangkat komunikasi canggih, dan otomatis akan menimbulkan kegengsian antar teman sebaya nya.
Pemerintah seharusnya mengkaji ulang siaran-siaran yang beredar di Indonesia, serta memperbanyak siaran edukatif yang menarik agar anak-anak tidak mudah bosan.
Satu pertanyaan. Apa kita sudah MERDEKA? memang, sejarah mencatat bahwa negara INDONESIA merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun, apakah negara kita sudah merdeka dari KORUPSI? BELUM. Beberapa pejabat negara sering terkena tindak kasus korupsi, dan kemungkinan besar akan terus bertambah jika hal ini tidak ditindak "secara benar", karena hukuman yang mereka terima tidak mampu menghentikan mereka dalam memakan uang rakyat. Para pemimpin saja korupsi, bagaimana rakyat nya?
Jangan hanya salahkan mereka, apakah kita sudah mengoreksi diri kita sendiri? Kita kaum muda, sebagai penggerak bangsa, HARUS melakukan perbuatan positif, menghindari hal negatif, dan membasmi perbuatan yang seharusnya tidak pantas untuk dilakukan demi kontribusi pada tanah air tercinta. JANGAN hanya DIAM dan MENDUKUNG saja, BERGERAK dan BERAKSI demi perjuangan bangsa kita. MERDEKA!
INDONESIA. mendengar kata tersebut, (seharusnya) mengingatkan kita pada ribuan pulau yang berkumpul dalam satu wilayah diantara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik dengan campuran berbagai macam etnis dan suku bersatu demi masa depan yang sejahtera. Namun harapan tersebut berbeda dengan kenyataan yang terjadi selama ini. Akhir-akhir ini para pemimpin bangsa kita "memungut" uang rakyat, tindakan tidak terpuji terjadi dimana-mana, serta tindak kejahatan yang lainnya.
Di era globalisasi sekarang, banyak sekali problema-problema yang menodai citra negeri ini, sehingga perlahan-lahan jatidiri negeri kita meluntur. Hal ini dikarenakan berbagai faktor, seperti semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, masuknya budaya barat, menjamurnya pejabat-pejabat yang korup, dan sebagainya.
Berbagai media dalam bentuk visual kebanyakan memliki sisi negatif yang seharusnya dikonfigurasi-kan menurut kegunaanya terhadap khalayak yang pantas, sehingga tidak menimbulkan perilaku & sikap yang tidak patut dicontoh. Contoh nyata, dunia pertelevisian negeri ini sedang dilanda maraknya sinetron bertema-kan percintaan, bahkan beberapa ada yang menjadikan bocah ingusan yang masih SD & SMP sebagai pelaku utama yang menceritakan kisah cinta mereka yang penuh dengan sarat kegengsian. Dampak dari hal tersebut pun telah tersebar jelas & secara luas. Lihat saja, sekarang tidak sedikit bocah yang sudah memiliki perangkat komunikasi canggih, dan otomatis akan menimbulkan kegengsian antar teman sebaya nya.
Pemerintah seharusnya mengkaji ulang siaran-siaran yang beredar di Indonesia, serta memperbanyak siaran edukatif yang menarik agar anak-anak tidak mudah bosan.
Satu pertanyaan. Apa kita sudah MERDEKA? memang, sejarah mencatat bahwa negara INDONESIA merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun, apakah negara kita sudah merdeka dari KORUPSI? BELUM. Beberapa pejabat negara sering terkena tindak kasus korupsi, dan kemungkinan besar akan terus bertambah jika hal ini tidak ditindak "secara benar", karena hukuman yang mereka terima tidak mampu menghentikan mereka dalam memakan uang rakyat. Para pemimpin saja korupsi, bagaimana rakyat nya?
Jangan hanya salahkan mereka, apakah kita sudah mengoreksi diri kita sendiri? Kita kaum muda, sebagai penggerak bangsa, HARUS melakukan perbuatan positif, menghindari hal negatif, dan membasmi perbuatan yang seharusnya tidak pantas untuk dilakukan demi kontribusi pada tanah air tercinta. JANGAN hanya DIAM dan MENDUKUNG saja, BERGERAK dan BERAKSI demi perjuangan bangsa kita. MERDEKA!